July 22, 2021 By ari1.info 0

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah Rasulullah, Beserta Tuntunan dan Hukumnya

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah Rasulullah, Beserta Tuntunan dan Hukumnya

1. Hukum Melaksanakan Aqiqah didalam Islam

Pelaksanaan aqiqah adalah ajaran Rasulullah Saw. Dilihat dari segi hukumnya, aqiqah dibedakan menjadi dua yaitu berhukum sunah dan wajib. Pembagian ini berdasarkan terhadap dalil-dalil dan tafsir yang telah dijalankan oleh para ulama. Secara sunah, hukum aqiqah adalah sunah muakkad, atau sunah yang mesti diutamakan.

Artinya, seumpama seorang muslim sanggup melaksanakannya (karena mempunyai harta yang cukup) maka ia disarankan untuk laksanakan aqiqah bagi anaknya selagi anak selanjutnya masih bayi. Sementara bagi orang yang kurang atau tidak mampu, pelaksanaan aqiqah sanggup ditiadakan. Secara wajib, menurut hadist riwayat Ahmad yang berbunyi: “Anak-anak itu tergadai (tertahan) bersama dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya terhadap hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR Ahmad) maka aqiqah mesti dilakukan Keutamaan Aqiqah Menurut H Nabchan .

Dengan berpatokan terhadap hadist di atas, para ulama menafsirkan bahwa seorang anak tidak sanggup berikan syafaat terhadap orangtuanya seumpama ia belum diaqiqah. Meski demikian, pendapat ini masih kalah bersama dengan pendapat bahwa aqiqah adalah sunah sehingga ditolak oleh banyak ulama.

2. Waktu Terbaik Aqiqah

Tata cara aqiqah cocok sunah rasul yang selanjutnya yaitu sadar selagi paling baik untuk laksanakan aqiqah. Yup! Waktu paling baik didalam laksanakan aqiqah ada di hari ketujuh sehabis kelahiran bayi. Hal itu telah diterangkan bersama dengan sadar terhadap hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah sebelumnya.

Disebutkan didalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah termasuk bahwa jikalau bayi lahir siang hari, maka telah termasuk hari pertama dari tujuh hari. Sedangkan jikalau bayi dilahirkan terhadap selagi malam, tidak termasuk didalam hitungan. Hari pertama adalah hari berikutnya. Misalnya, dikala bayi lahir hari Sabtu pagi, maka hari selanjutnya telah diakui sebagai hari pertama dari tujuh hari.

Sehingga orang tuanya dapat mengerjakan aqiqah terhadap hari Jumat di minggu depannya. Sebaliknya, jikalau bayi lahir Sabtu malam, maka hari pertamanya adalah hari Minggu keesokan paginya. Sehingga orang tuanya boleh laksanakan aqiqah terhadap hari Sabtu di minggu depannya.

Namun menurut Mazhab Syafi’i, aqiqah selamanya sanggup dijalankan sehabis melewati hari ke tujuh kelahiran bayi. Ada beberapa yang manfaatkan tata cara selagi aqiqah terhadap 14 atau 21 hari sehabis kelahiran bayi. Bahkan, Mazhab Syafi’i selamanya menyarankan aqiqah walau anak selanjutnya telah meninggal dunia sebelum hari ke tujuh Aqiqah murah Jakarta

3. Menyembelih Kambing

Kemudian masuk didalam penyembelihan kambing yang dapat disembelih bagi bayi laki-laki maupun perempuan. Jumlah kambing yang disembelih untuk aqiqah tidak sama pada anak perempuan dan laki-laki. Untuk aqiqah anak perempuan orangtua mempersiapkan satu ekor kambing, tetapi untuk anak laki-laki, orangtua menyembelih dua ekor kambing.

Hal ini termasuk dicantumkan terhadap hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dari Ummu Kurz ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk dapat perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina'” (HR. Abu Dawud).

Syarat kambing yang disembelih untuk aqiqah serupa bersama dengan hewan kurban, yaitu kambing yang berkualitas, baik dari faktor type sampai usia. Kambing selanjutnya termasuk mesti bebas dari cacat dan penyakit. Sebelum menyembelih kambing untuk aqiqah, disunnahkan pula untuk membaca doa sebagai berikut:

“Bismillahi wa billahi, allahumma ‘aqiqatun ‘an fulan bin fulan, lahmuha bilahmihi si azhmihi, allahummaj’alha wiqaan liali muhammadin ‘alaihi wa alihis salam.”

Yang artinya: Dengan nama Allah dan juga bersama dengan Allah, Aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya bersama dengan dagingnya, tulangnya bersama dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai isyarat komitmen kepada keluarga Muhammad SAW.